AD (728x90)

Sabtu, 29 Agustus 2015

Asam Urat

Apakah Anda tiba-tiba pernah merasakan rasa sakit yang sangat mengganggu pada bagian sendi, terutama sendi jempol kaki disertai dengan bengkak kemerahan? Jika pernah mungkin Anda menderita penyakit asam urat atau nama lainnya adalah penyakit pirai atau gout.
Penyakit ini merupakan sejenis radang sendi yang disebabkan oleh pengkristalan natrium urat di dalam atau di sekitar sendi. Penyakit asam urat hanyalah salah satu dari dua ratus lebih bentuk penyakit radang sendi yang berbeda-beda.

asam urat


Biasanya gejala berupa rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba tersebut akan berlangsung selama tiga hingga sepuluh hari, dengan puncak rasa sakitnya yang akan dirasakan dalam enam hingga dua puluh empat jam pertama serangan asam urat tersebut dimulai.

Setelah tiga hingga sepuluh hari, biasanya rasa sakit pada sendi tersebut akan menghilang dan sendi akan tampak seperti semula tanpa adanya pembengkakan. Kendati terlihat sembuh, namun radang sendi ini umumnya bisa kambuh.

Penyebab munculnya penyakit asam urat
Penyebab penyakit asam urat adalah tingginya kadar asam urat. Asam urat merupakan limbah yang terbentuk dari pemecahan zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh.
 Setiap harinya, asam ini dibuang dari tubuh kita melalui ginjal. Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah produksinya, maka sisanya akan menumpuk di dalam dan sekitar sendi dalam bentuk kristal-kristal tajam natrium urat. Pembentukan dan penumpukan kristal-kristal tersebut bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa kita sadari.

Beberapa kristal yang bertumpuk akan keluar dari tulang rawan dan membuat lapisan lembut pada sendi yang disebut sinovium mengalami radang yang terasa menyakitkan. Ketika ini terjadi, itu berarti penderita sedang mengalami serangan asam urat.

Pada akhirnya, kristal yang tertumpuk akan membentuk gumpalan keras yang disebut tofi. Tofi ini bisa menyebabkan kerusakan pada tulang rawan sendi dan tulang di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, bisa mengarah pada kerusakan sendi permanen dan jika sudah seperti ini, sendi akan terasa kaku dan sakit ketika digerakkan.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit asam urat, diantaranya adalah:

Kelebihan berat badan atau obesitas.

Umur dan jenis kelamin. Penyakit asam urat cenderung dialami mereka yang berusia lebih tua dan kaum pria.
Sering mengonsumsi makanan yang banyak mengandung purin seperti otak, hati, ginjal, kaldu, jantung, ikan makarel, ikan sarden, dan kerang-kerangan.
Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras seperti spirit atau bir.
Memiliki hipertensi atau diabetes.
Memiliki masalah pada ginjal yang dapat mengganggu pembuangan asam urat.
Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini.

Diagnosis penyakit gout
Untuk mendiagnosis apakah Anda menderita gout, biasanya dokter akan memeriksa keberadaan kristal-kristal natrium urat di dalam sendi-sendi Anda. Sebelum melakukan tes, pertama-tama dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan serta gejala-gejala yang Anda alami, seperti:
Lokasi sendi yang terasa sakit
Seberapa cepat gejalanya muncul
Seberapa sering Anda mengalami gejala tersebut
Apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
Apakah di keluarga Anda ada yang menderita penyakit gout

Penanganan penyakit asam urat
Penanganan penyakit asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu meringankan gejalanya dan mencegah serangan terulang kembali.
Dalam meringankan gejala, Anda bisa melakukannya dengan menempelkan kantung es pada bagian sendi yang terasa sakit.

Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain obat tersebut, obat lainnya seperti colchicine atau corticosteroids terkadang diperlukan.
Untuk mencegah kambuhnya serangan asam urat, Anda bisa melakukannya dengan memperbaiki pola hidup, seperti menurunkan berat badan bagi yang obesitas atau mengonsumsi obat-obatan penurun kadar asam urat, contohnya allopurinol.

Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal penyebab penyakit tersebut. Banyak diantara mereka yang tidak lagi mengalami serangan asam urat di masa mendatang setelah menerapkan cara pengobatan ini.

Mereka yang terkena penyakit asam urat
Jumlah wanita yang terkena penyakit asam urat lebih sedikit dari pria. Hal tersebut tidak terlepas dari peran hormon estrogen pada wanita yang mampu menurunkan kadar asam urat dan memperlancar pembuangannya melalui ginjal.

Namun keunggulan tersebut hanya berlaku pada wanita yang masih dalam periode subur saja. Setelah wanita mengalami menopause, kadar asam urat lebih mudah meningkat dan mereka pun menjadi rentan terhadap serangan. Kaum pria biasanya menderita gout setelah berumur 30 tahun, sedangkan bagi kaum wanita lebih besar risikonya setelah berumur 60 tahun.

Komplikasi akibat penyakit asam urat

Meski penyakit asam urat jarang menimbulkan komplikasi, tetap patut kita waspadai. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya:

Munculnya benjolan keras yang disebut tofi di sekitar area yang mengalami radang.
Benjolan ini bisa dirasakan di bawah kulit. Kerusakan sendi permanen akibat radang yang terus berlangsung yang diperparah dengan pembentukan tofi di dalam sendi yang merusak tulang rawan dan tulang sendi itu sendiri. Kerusakan permanen ini biasanya terjadi pada kasus yang dibiarkan selama bertahun-tahun.
Batu ginjal yang disebabkan oleh pengendapan asam urat yang bercampur dengan kalsium di dalam ginjal.

pantangan penderita asam urat

Jeroan: otak, paru-paru, hati, limpa, usus, ginjal dan babat.
Seafood (Makanan laut): udang, kepiting, cumi-cumi, gurita, kerang, sotong, remis, tiram, ikan teri, ikan sarden.
Riverfood (Makanan sungai): ikan lele, belut, udang, kepiting dan keong.
Ekstrak daging seperti abon dan dendeng.
Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, ikan sarden, daging sapi dan daging babi).
Daging kambing, daging anjing, daging babi, daging sapi, daging kerbau dan daging kuda.
Bebek, angsa dan kalkun.
Burung dan kelelawar.
Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tahu, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge dan emping/melinjo.
Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong/ubi, daun pepaya, kangkung dan cabe/lombok.
Krim, es krim dan kaldu atau kuah daging yang kental.
Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa.
Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega.
Makanan kaya protein, lemak dan darah.

Tips tambahan bagi penderita asam urat

Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti tomat, kentang, yogurt dan pisang.
Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan stroberi.
Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat.
Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong/ubi dan roti.
Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup.
Jangan minum aspirin.
Jangan bekerja terlalu keras/kelelahan.
Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup.

Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan.
Untuk menyembuhkan penyakit ini ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya :
Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam urat, seperti jeroan (hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak), hindari makanan laut (udang, kerang, cumi, kepiting); makanan kaleng (kornet, ikan sarden dan ekstrak daging), kaldu atau kuah daging yang kental.

Menghindari makanan seperti emping/melinjo, kangkung dan bayam, daun singkong/ubi, daun jambu mete, asparagus, buncis dan kembang kol. Hindari kacang-kacangan (kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, tempe, tauco, tauge, oncom) dan susu kedelai.
Menghindari makan buah durian, alpukat, nanas, air kelapa.
Makanan yang aman dimakan, beberapa di antaranya adalah: nasi, ikan yang bersirip dan bersisik, daging ayam, telur, keju, susu dan beberapa buah-buahan.

Hindari minuman dan makanan beralkohol.
Pada orang gemuk, asam urat biasanya naik sedangkan pengeluarannya sedikit, maka untuk keamanan, orang biasanya dianjurkan menurunkan berat badan.
Banyak minum air putih minimal 8 - 10 gelas per hari, karena dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.

Selasa, 28 Juli 2015

Mundur, Pengumuman UM PTKIN 2015 Mulai Pukul 17:00 WIB

Pengumuman UM PTKIN 2015

Apakah anda pendaftar UM-PTKIN 2015?. Nah, kapan pengumuman hasil kelulusan UMPTKIN 2015 digelar. Menurut situs resmi, pengumuman dibuka sore hari ini, Senin 27 Juli 2015 jam 17:00 WIB.

Pengumuman UM PTKIN 2015
Pengumuman UM PTKIN 2015

Pengumuman resmi hasil ujian masuk perguruan tinggi keagamaan islam negeri (UMPTKIN) itu dipajang di website um-ptkin.ac.id. Hal tersebut ditulis akun resmi UM-PTKIN di Twitter, Senin pagi 27 Juli 2015. "Mohon menunggu untuk pengumuman Dibuka pukul 17.00,"tulis akun tersebut di Twitter.

Informasi perubahan jadwal ini juga dirilis situs resmi um-ptkin.ac.id. Pengumuman Hasil Ujian. "engumuman hasil ujian pada 27 Juli 2015 mulai pukul 17.00 WIB. Pengumuman dapat diakses di laman: http://um-ptkin.ac.id,"tulis situs resmi umptkin.

Akibat penundaan ini, peserta banyak kecewa lantaran belum melihat pengumuman di web resmi umptkin. "Aduh koq berubah jadwal pengumumannya menjadi pukul 17:00. Katanya kemarin pkul 7:00,"tulis Firiah Sabilah Twitter.

Memang situs www.um-ptkin.ac.id merilis jadwal pengumuman pada hari ini pukul 07:00. Hanya saja hingga saat ini pengumuman belum diriis. Bahkan web um-ptkin meralat info bahwa pengumuman mulai pukul 17:00 WIB. Semoga sukses ya,,..

tag:
pengumuman kelulusan um ptkin 2015, www.um ptkin.ac.id, www.um-ptain.ac.id, pengumuman hasil um ptkin 2015, www.um-ptkin.ac.id, um-ptkin.ac.id, daftar ulang um ptkin, hasil um ptkin 2015, pengumuman umptkin, pengumuman hasil um ptkin

 

© 2013 FlatMag. All rights resevered. Designed by Templateism